Senin, 05 Januari 2015

Situs Gunung Munara, Rumpin, Bogor

Rekreasi bersama ibu-ibu yang butuh liburan dan hiburan. Ibu-ibu yang ini emang rada beda dari ibu-ibu kebanyakan. Kalo ibu-ibu yang lain pada pengen main ke mall sambil belanja-belanja, nah untuk ibu-ibu yang ini lebih milih untuk main ke hutan dan naik gunung sambil kotor-kotoran.

1 Januari 2015, tiba-tiba salah satu teman saya mengajak untuk liburan sebentar ke Gunung Munara di Parung. Jaraknya memang tidak jauh dari Depok ditambah lagi ketinggiannya tidak sampai 2000mdpl dan merupakan salah satu situs bersejarah di daerah Bogor.
Setelah dirundingkan dengan kurang matang, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Munara hari Minggu. Personil nya 7 orang wanita dan 1 orang laki-laki (yang minjemin mobil sekalian nganterin ibu-ibu rempong).  *ketuk palu 3 kali




Minggu, 4 Januari 2015
Kerempongan dimulai, pagi buta saat orang lain masih bermain di dalam mimpi mereka, saya sudah mulai membuat bekal dan sarapan untuk orang-orang di rumah. Masak-masak, Jemur-jemur, siram-siram.
Tiba-tiba bunda Diah nge-wasap "Shan, nanti jadi ke Munara?"
Tanpa basa-basi langsung saya jawab "Iya, Jadiiiii.."

Seiring dengan jawaban yang saya kirimkan, langit berubah menjadi gelap, butiran air mulai berjatuhan dari langit. Yap, gerimis..... -_____-

Nahloh ujan lagi, jadi atau engga ini, di ijinin atau engga ini, nanti siapa aja yang ikut kalo tiba-tiba pada ga jadi, kumaha???

Jam dinding menunjukkan pukul 7 pagi. Obrolan di grup wasap ga terlalu rame tapi berhasil ngasih tanda kalo rencana main hari ini tetep jadi meskipun ujan.

Baiklah, waktunya berangkat...
Seperti perjanjian awal, kami berkumpul di daerah Ratu Jaya, Depok. Sampai sekitar jam setengah 9an, rombongan mobil 1 berhasil berkumpul, padahal janjinya jam 7 pagi.  Kami pun langsung berangkat menuju Parung. Rombongan mobil 1 (Mang Yadi, Bang Dedet, Mba Nina, Saya, Mba Ayu, Om Marlon, Kang Asep, dan Bang Kutil) sedangkan rombongan mobil 2 (Bang Nyamuk, Bang Mujay - Mba Sari dan ketiga anaknya, serta Bang Iting - Bunda Diah beserta ketiga anaknya).
Di tengah perjalanan datang lagi Mba Keshi, ini diluar dugaan, rencana awal cuma ber-8 ternyata jadi 2 rombongan (itung aja sendiri).

Kami sampai di Munara sekitar jam 12-an, itu termasuk mampir-mampir.
Sampai di tempat, kami diharuskan untuk daftar diri dan membayar biaya masuk sekitar Rp 2500/orang.

Daftar diri, harus lapor saat datang dan mau pulang
rombongan ibu-bapak pkk ratu jaya
Dikarenakan jalan yang sangat belok alias basah, licin, dan berlumpur, anak-anak yang dibawa tidak bisa ikut naik ke gunung Munara. Dan mereka pun ditinggal sendirian bersama ayahnya (Bang Iting dan Bang Mujay).

Berangkuuuut.......
Perjalanan awal sudah langsung disuguhkan dengan lumpur dan tanah licin, bener-bener harus hati-hati. Meskipun baru dimulai, tapi saya dan teman lainnya hampir jatuh dan terpeleset karena trek yang licin.
Bunda Sari, meskipun sendalnya licin tapi berhasil ga jatoh. padahal,.. liat aja sendiri tanahnya kaya gimana..
Perjalanan terus berlanjut, karena habis diguyur hujan, tanah, rumput dan batu-batu jadi rada licin, disinilah kerja sama diperlukan. Webbing dibuka, lumayan untuk bantu kami para wanita naik ke atas batu. 

Manjat-manjat batu, disarankan untuk bawa webbing biar bisa bantu-bantu kalo temennya susah naik, apalagi tanahnya licin
Sekitar sejam, kami sampai di tempat patilasan tapak kaki kabayan. Disana ada warung, jadi kalo ga mau bawa-bawa bekel keatas, bisa jajan disini.

Situs Gunung Munara
Ada dua pilihan batu yang bisa dipanjat untuk bisa ngeliat pemandangan dari atas.
Batu besar depan warung :
nyeker lebih baik, karena sendal nya udah kena basah pas naik tadi.
Ibu-ibu hebat.. naik-naik ke puncak batu gede..
sebut saja ini rock climbing pake webbing ^^
Mba Nina, Mba Ayu, Saya, Kang Asep

Ngeliat ibu-ibu pada naik ke atas, saya pun ikutan naik daaaan... kami menikmati rujak mangga yang dibawa Mba Ayu diatas batu dan dipinggir jurang.. MENYERAMKAN... -_____- 
Meskipun deg-degan duduk di atas batu dan dipinggir tebing, kami tetep harus eksis..
yuks kita groufie... ^^
Saya, Mba Sari, Bunda Diah, Mba Nina, Mba Keshi, Bang Dedet

Mang Yadi dan Saya
 Udah mulai serem sendiri di atas batu, saya berusaha untuk turun dan ternyata sama susahnya kaya naik tadi, meskipun udah pake bantuan webbing.

Setelah turun, saya mencoba untuk naik ke batu besar di belakang warung.
Kalo ini susahnya kudu nyelipin kaki di akar pohon.
Kiri : Batu gede yang manjatnya pake webbing
Kanan : Batu di sebrang, yang ini harus manjat akar pohon
Setelah puas ngeliatin pemadangan dari atas batu, kami turun dari batu, lagi-lagi saya susah turun -__-
Kami mengisi perut sebentar, dan langsung melanjutkan lagi ke puncak Munara yang jaraknya memang tidak terlalu jauh dari warung. Tapi.... treknya lebih parah, lebih licin dan banyak lumpur.
Setelah berusaha dan pake bantuan tongkat, kami bisa sampai di puncak Munara.

Puncak Munara
 Sesi foto-foto dimulaiiii......
Hingga sang kapten meniupkan peluit tanda waktu kami yang sudah habis.

Pemandangan di atas sana
Sekitar pukul 4 sore, kami turun lagi... tanah masih licin dan berlumpur. Kami beruntung, di tengah perjalanan turun ada yang udah ngiket tali ke pohon untuk ngasih bantuan ke pendaki lain biar ga kepeleset saat turun. Karena sebelumnya, banyak yang terpeleset bahkan saking bete-nya kepeleset terus, ada yang dengan rela main perosotan di lumpur.
Turun.. turun... pulang.. pulang..
Hati-hati kepeleset
 Aiiir.... sungaii... warung... anak-anak...
Sesampainya dibawah, kami langsung membersihkan celana dan kaki kami yang belepotan lumpur.
Inilah hasilnya, kotor dimana-mana
 Setelah bersih, kami pun bersiap untuk pulang kembali ke Depok...
Mari foto sebelum pulang dan ngotorin mobil Kang Yadi
Mba Ayu, Saya, Bang Dedet, Kang Asep
Bang Kutil, Mba Nina, Om Marlon
 Note:
Bagi yang mau naik ke Gunung Munara saat musim hujan, jangan lupa bawa:
jas hujan, baju ganti, Sendal atau sepatu yang ga licin, Sendal gunung jangan kegedean, nanti malah kaki yang offside karena kakinya udah belepotan sama lumpur. dan jangan lupa bawa bekal makanan dan minuman. Biar hemat..
Oh ya, baca dulu info tentang gunung Munara biar tahu ada apa aja disana.

Terimakasih semuanya ^^
Kalian luar biasa
Pertemanan itu bukan tentang persamaan usia, namun tentang bagaimana bisa saling belajar akan arti kehidupan. - 05012015, 22.09


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan jejak anda ^.^b

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...