Rabu, 10 Desember 2014

Pendakian Gunung Gede 2958 mdpl

Cerita perjalanan kembali lagi, kembali disaat saya sudah mulai merasa rindu dengan kenangan perjalanan itu.

Mei 2014
Saya mendapat ajakan dari seorang teman untuk ikut pendakian masal ke Gn. Gede via Putri.
Ajakan itu sebenernya udah dari bulan Maret, tapi karena saya masih galaaaooooo... jadi ga jelas jadi ikut atau ngga, Sampai akhirnya teman saya yang baik hati itu maksa saya untuk ikut.
Setelah menimbang-nimbang dan memikirkan beberapa resiko yang harus ditanggung, saya pun ikut pendakian itu.

Meeting point di Ratu Jaya, Depok.
Semuanya dimulai, kumpul di salah satu tempat yang sudah ditentukan oleh panitia.
Ada beberapa orang panitia yang sudah saya kenal, karena sebelumnya saya memang pernah ikut acara mereka ke Baduy Dalam tahun 2013.



Sekitar pukul 10 malam, kami berangkat menuju Bogor. Pakai apa?? ya.. seperti biasa, tronton andalan tercintah.

Setelah beberapa jam terombang-ambing di dalam tronton, akhirnya saya dan rombongan tiba di tempat penurunan penumpang. Saya lupa nama daerahnya apa, pokonya kalo mau ke Gn, Gede via Putri, ya lewat situ. Ada abang abang jualan sarung tangan, masker, kupluk, dan syal.. macet di Puncak (bogor).

Dari situ, kami jalan ke suatu tempat yang disebut dengan BUPER. Disana ada tempat semacam rumah untuk kami (para wanita) tidur didalamnya. Cukup dingin.
Saat itu, saya dan rombongan belum mengenal nama dan bahkan untuk wajah pun belum terlihat jelas, karena masih malam.
*TIDUR*

Matahari mulai meninggi, rasa lapar melanda, kamu siapa? kamu juga siapa? mereka siapaaaa????

Nama pun menjadi yang kesekian jika semesta sudah menyatukan *hobah...

Sekitar pukul 6 pagi, saya dan teman sepermainan mulai menyiapkan bahan makanan untuk dimasak dan menjadi menu sarapan saat itu. 
kesibukan saat langit dan gunung terlihat indah
*saya yang pakai jaket hijau, bukan yang berdiri tapi yang lagi jongkok

Setelah sarapan, kami memulai perjalanan menuju Gunung Gede. Semua berjajar rapi, tapi seperti biasa, Foto dan berdoa dulu ya sebelum mulai jalan :)
*catper kali ini lebih banyak foto ya, soalnya ingatannya udah mulai luntur


Katanya "Jangan nutupin tulisannya ya"
Tapi kenyataannya, 2 orang wanita di depan, berhasil nutupin tulisan di spanduknya.
Mari jalaaaan....
Awal perjalanan, jarak saya dan teman sepermainan (sebut saja namanya Babe, Hafidu dan Anda) masih berdekatan, tapi seiring berjalannya waktu dan tingkat kesabaran saya yang kurang baik, akhirnya kami berpisah dengan jarak yang cukup jauh. 
Saat itu, perjalanan dimulai sekitar pukul 8 pagi. 

Karena orang-orang yang saya kenal tertinggal dibelakang, saya pun mulai memberanikan diri untuk berkenalan dengan peserta lainnya. 
alhasil, semuanya peserta laki-laki, saya panggil dengan sebutan abang, dan peserta perempuan saya panggil embak. Karena kebetulan saya paling muda saat itu. Haha....



Babe, Hafidu, Anda

Abang-abang dan Mba-mba
 Setelah beberapa jam luntang-lantung di jalan, sedikit lapar, sedikit keujanan, dan sedikit kehausan, akhirnya kami sampai di tempat pertempuan alias tempat camp di Surken.
"OOOOOH..... JADI INI YANG NAMANYA SURKEN?? LUAS BANGEEEEET........"
Pertama kali ke Gn. Gede, dan ini hadiahnya. Lapangan di gunung terluas yang pernah saya liat.

Saya, Puput, Wiyah, Bunda, Arman, Bang Asep.
*Arman peserta termuda, masih SMA
Kami sampai di Surken sekitar pukul 3 sore. Ada bang Egi yang kebagian tugas jadi leader, dan ngetake tempat untuk camp peserta dan panitia.

Teruntuk teman ku yang aku tinggalkan. Aku menunggu mu dalam keadaan sedikit lapar, karena sesungguhnya perbekalan kalian yang bawa. :'(

Pesert kumpul sekitar pukul 6 sore, teman sepermainan juga akhirnya dateng.
Banyak cerita di malam itu, mulai dari temen peserta ada yang sakit dan terpaksa ga bisa nerusin ke atas, ada yang harus diangetin badannya karena udah hampir hypo gara-gara keujanan, dan ada juga 2 abang yang entah berada dimana padahal perlengkapan ada di abang itu semua. Ya, banyak cerita di setiap perjalanan, dan itu yang membuat kami saling merindukan.

Malam itu ditutup dengan makan malam yang cukup romantis, beratapkan langit dan hawa dingin dan ditambah dengan senyuman-senyuman indah.
Ini Malam Minggu terindah.

Ambil air untuk masak


Menyambut Pagi
Minggu pagi,
Semuanya membaik. Kami mulai memanggil nama, tapi belum semuanya.
Kami menyiapkan makanan untuk sarapan, kebetulan logistik termasuk banyak. Menu kali pagi itu: Nasi, ikan asin, sarden campur sosis. Kalo ga salah cuma itu, tapi perasaan banyak deh, ya sudahlah..

Masakannya cukup enak dan yang pastinya bikin perut kenyang.
Makanan adalah salah satu yang bisa menyatukan. Itu buktinya, saat makanan sudah jadi, yang tadinya cuma ngeliatin dari jauh tiba-tiba mendekat dan ikut nimbrung.


Mari makaaaaan..... ^^
 Sarapan selesai, mari melanjutkan perjalanan yang belum tuntan.
Menuju Puncaak...
"Ini naik lagi ya?" *tiba-tiba bete
Katanya dari Surken ke Puncak ga lama... KATANYA.....
Iya sih, emang ga lama, kalo dibandingin dari bawah ke Surken.



Kami terus berjalan, melewati pepohonan yang indah dan didukung langit cerah.
Saat pohon dibelakang mu sudah mulai pendek, jangan lupa tengok ke belakang, ada hadiah untuk mu.

Sekitar pukul 12 siang, kami sampai di Puncak Gn. Gede. Yeeey....
Mari berfoto, lupakan rasa lelah itu. Semuanya terobati disini.
Sesi pemotretan emang selalu jadi bagian terlama, karena selalu aja ada yang kurang. Maklum, jarang-jarang bisa main ke puncak gunung.


Puncak Gn. Gede
Waktu kami tidak banyak, targetnya pukul 7 malam kami sudah harus sudah dibawah dan lanjut pulang ke Depok sekitar pukul 9 malam. Sesi pemotretan pun di tutup.

Perjalanan turun selalu menjadi suatu tantangan tersendiri, karena kaki udah mulai sakit gara-gara naik. Tenaga pun tinggal sisa-sisa.
Kali ini, saya, Babe, Hafidu, dan Anda berjalan bersama. Melewati pinggiran kawah, masuk ke dalam hutan, dan terus berjalan sampe bawah.
Persimpangan jalan, antara Gede dan Pangrango

Rehat sejenak

Target awal, jam 5 sudah dibawah gagal. Matahari mulai tenggelam, teletubies berpamitan hutannya mulai gelap. Saya, Babe, Hafid, dan Anda membuat strategi untuk turun.

Saya dan Hafidu berjalan dengan 1 senter, dan Babe dan Anda berjalan dengan satu senter. Kecepatan berjalan kami mulai berkurang ditambah kami sudah tidak memiliki persediaan air untuk kami minum sepanjang perjalanan turun sampai pos. Beruntung masih ada pendaki lainnya, jadi mau tidak mau, kami minta air minum kepada pendaki lain. Maaf merepotkan.
Yey... berhasil
Entah berapa jam kami berjalan menuju pos pertama.
Sesampainya di pos pertama, kami istirahat sebentar untuk meregangkan otot kaki yang mulai sakit. Perut juga udah mulai lapar.
Perjalanan belum berakhir, kami harus melanjutkan perjalanan ke warung nasi yang ada di bawah. Meeting Point pasukan penmas.
Jalan lagi,... daaaan... jengjeeeng... NASIII..... TEH MANIS ANGEEEET..... AIR..... BISA SELONJORAN.... COLOKANN....... wuoooooooowww.......

"Selamat datang di warung Mang Idi"
Mungkin mereka lelah
Terimakasih telah berbagi keceriaannya
Terimakasih atas kenangannya
Terimakasih atas kebersamaannya...
I Miss You..
Kami
Semoga bisa berkumpul lagi
Perjalanan bersama WPP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan jejak anda ^.^b

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...